Direktorat Kepengasuhan

Rektor: Menjaga Iman dan Imun itu Penting

Rektor Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor, Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi., M.A, M.Phil. mengingatkan segenap civitas academica dalam forum yang disebut “Mimbar Rektor”. Agenda ini diadakan pekanan setelah shalat Jum’at yang diisi oleh rektor. Pada kesempatan kemarin (25/12/2020), beliau menekankan pentingnya menjaga iman dan imun.

Membuka pembicaraan, beliau memaparkan bahwa telah terdapat ribuan varian dari virus corona yang ditemukan oleh para pakar di Inggris. Hal ini mengakibatkan gejala lain tidak hanya kehilangan penciuman, bahkan bisa berakibat kehilangan kesadaran bagi pasien terdampak.

Untuk menanggulangi hal tersebut, beliau menghimbau para hadirin untuk menjaga pola hidup sehat. Caranya adalah dengan menjaga pola makan dan pola tidur. Cara tersebut dapat meningkatkan imunitas tubuh. Apabila imunitas tubuh kuat, maka tubuh akan mampu melawan virus sehingga aktivitas virus melemah lalu mati. 

Sebagaimana imun, iman juga perlu dijaga dalam diri mahasiswa. Menjaga iman penting untuk membendung diri dari perbuatan maksiat. Beliau mengibaratkan maksiat seperti virus. Perbuatan maksiat akan datang apabila iman dalam hati kita lemah. Sebaliknya, jiwa akan kuat untuk meninggalkan maksiat apabila kita dapat menguatkan iman dalam diri. Keimanan dalam diri dapat ditingkatkan dengan ilmu yang benar dan mengamalkannya secara konsisten.  “Kita akan tahan tidak bermaksiat jika iman kita kuat. Orang yang lemah iman, dia tentu akan mudah-mudah berbuat maksiat.” pesan beliau.

Dalam menjaga pola tidur, beliau berpesan agar tidur tepat waktu. Sebisa mungkin agar mulai tidur mulai jam 21:00 dan bangun pada 03:00. Waktu tidur tersebut sudah sesuai dengan sunnah Rasulullah saw. Apabila tidur melebihi waktu tersebut, sel-sel darah merah tidak akan diproduksi dengan baik dan tidak bisa diganti dengan tidur pagi.

Selain pola tidur, pola makan juga perlu dijaga. Beliau menghimbau agar jangan lupa makan. Selain itu, menghindari tidur langsung setelah makan. Waktu yang tepat untuk tidur adalah 2 jam setelah makan. Sebisa mungkin, makan tepat waktu agar tidur tidak larut malam, maksimal pukul 22:00. Setelah bangun, bisa dilanjutkan dengan minum 2 gelas air lalu beraktivitas kalau bisa mandi atau sholat tahajud.

Beliau memperingatkan mahasiswa pula agar menyadari tantangan peradaban ke depan. Dengan istilah “sadar peradaban”, beliau menyadarkan mahasiswa agar belajar untuk menghadapi tantangan saat ini. Orang yang sadar peradaban akan meninggalkan hal-hal yang tidak berguna. 

Tak lupa, beliau menegaskan kepada Dewan Mahasiswa (DEMA) agar terus melaksanakan amar ma’ruf dan nahi munkar. Lalu, beliau menegakkan wajib shalat berjamaah khususnya Subuh dan Maghrib di masjid agar terhindar dari maksiat.

Selanjutnya, rektor membacakan jadwal kajian ba’da Maghrib yang wajib diikuti oleh mahasiswa untuk meningkatkan wawasan. Adapun narasumber kajian adalah sebagai berikut:

HariPemateri
SabtuDr. Setiawan bin Lahuri, M.A.
AhadMarkaz Al-Qur’an (Program Tahfidz)
SelasaDr. KH. Ahmad Hidayatullah Zakasyi, M.A.
RabuDirektorat Pengembangan Bahasa (Wednesday Speech atau Hadits al-Arbi’a)
KamisDr. Mulyono Jamal, M.A.
Jum'atDr. Abdul Hafidz Zaid, M.A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *